Banyak Okb, Potensi Asuransi Kesehatan Vip Semakin Besar

- 10.05
advertise here
advertise here
Foto: AXA MandiriFoto: AXA Mandiri

Jakarta - Pertumbuhan kelas menengah atas dalam beberapa tahun terakhir, berbanding lurus dengan kenaikan belanda di bidang kesehatan, termasuk berobat ke luar negeri. Mengacu pada data yang dirilis Indonesia Services Dialog (ISD), setiap tahun setidaknya orang Indonesia membelanjakan uang Rp 100 triliun untuk mendapat layanan kesehatan di luar negeri.

Presiden Direktur PT AXA Mandiri Financial Services, Handojo G. Kusuma, menyebut kondisi naiknya kebutuhan kesehatan kelas atas jadi peluang besar bagi perusahaan-perusahaan asuransi kesehatan. AXA Mandiri sendiri ketika ini cukup serius menggarap pasar layanan kesehatan eksklusif.

"Saya kira untuk 5 tahun ke depan, kalau kita bergerak dari yang mass market itu mulai masuk ke arah middle, yang middle sendiri kan juga akan naik ke arah upper class. Kaprikornus kita harapkan dengan pertumbahan ekonomi di Indonesia yang tumbuh dengan nyata dan sangat cepat, saya kira itu yaitu salah satu hal nyata untuk industri kita, termasuk AXA Mandiri," jelasnya di Jakarta, Jumat (21/2/2019).

Menurutnya, AXA Mandiri sendiri ketika ini menggandeng sejumlah rumah sakit untuk menyediakan layanan kesehatan langsung bagi nasabah di Indonesia. Nasabah dengan premi di atas Rp 100 juta, otomatis jadi penerima yang mendapat layanan VIP tersebut.


"Terus kita juga merambah untuk produk-produk di ritel segmen. Dan satu lagi yang ingin kita perdalam justru di syariah. Karena ketika ini di syariah kita hanya menyediakan sebagai produk saja, tapi nanti kita akan menciptakan lebih fokus," terang Handojo.

"Jadi kebutuhan bisnisnya menyerupai apa, interaksi dengan costumer kita menyerupai apa, edukasi costumer kita menyerupai apa. Ya kan kita harus sanggup mendekatkan diri dengan komunitas-komunitas dari yang ada, dan itu menjadi bab untuk menciptakan pertumbuhan yang gres di tahun ini," imbuhnya.

Sejumlah rumah sakit luar negeri yang bekerja sama antara lain RS Gleneagles, RS Parkway East, dan RS Mount Elizabeth. Kemudian RS Sunway Medical Center di Malaysia, St Stamford Modern Guangzhou di China. Sementara di Thailand layanan sanggup didapatkan di Bangkok Dusit Medical Center yang terdiri 4 sentra kesehatan yakni RS Bangkok Phuket, Phyathai 2, Samitivej Srinarakaran, dan Samitivej Sukhumvit.


Lanjut Handoko, kalau mengacu pada survei yang dilakukan Mercer Marsh Benefits di tahun 2018, menyebutkan bahwa biaya rumah sakit termasuk ruang operasi, ruang rawat inap, dan biaya sewa peralatan rawat inap, merupakan ongkos termahal dalam komponen total biaya pengobatan atau mengambil porsi sekitar 21%.

Selain itu, survei tersebut juga menyebutkan kalau peningkatan biaya pengobatan Indonesia pada tahun kemudian sebesar 12,6%, lebih tinggi dibandingkan kenaikan biaya pengobatan di Malaysia sebesar 12,5%, Singapura 9,1%, dan rata-rata negara di Asia sebesar sekitar 10%.

Sumber detik.com
Advertisement advertise here


EmoticonEmoticon

Next Post This Older
 

Start typing and press Enter to search