Pns, Yuk Manfaatkan Naik Honor Untuk Investasi

- 12.44
advertise here
advertise here
Foto: Muhammad RidhoFoto: Muhammad Ridho

Jakarta - Wahai para pegawai negeri sipil (PNS) yang tengah bersuka cita, hati-hati menyikapi kenaikan honor 5%. Jangan hingga kenaikan honor justru menambah pengeluaran sebab perubahan gaya hidup.

Dari pada kenaikan honor itu untuk menunjang gaya hidup, lebih baik gunakan untuk investasi.

Perencana Keuangan dari Finansial Consulting Eko Endarto menyarankan untuk menata pos-pos pengeluaran rutin terlebih dahulu. Pos pertama ialah menyisihkan 30% untuk biaya utang menyerupai cicilan rumah kendaraan atau utang lainnya.

"Kalau dapat naik honor buat bayar utang dulu. Itu justru jadi prioritas juga sebelum investasi," ungkapnya kepada detikFinance, Selasa (19/3/2019).

Pos kedua ialah investasi, beliau menyarankan biar menyisihkan 10% dari pemasukan setiap bulannya. Jika kalian PNS belum punya investasi maka kenaikan honor ini dapat menjadi ketika yang bagus.

Kemudian 10% dari pemasukan sisihkan untuk perlindungan yakni asuransi. Jika sudah punya dari kawasan bekerja menyerupai BPJS atau asuransi lainnya, dapat ditambah dengan persentase yang lebih kecil.

"Nah sisanya gres untuk konsumtif, termasuk biaya bulanan, menyerupai makan, listrik, ongkos kerja, anak dan lainnya," tambahnya.

Untuk investasi sendiri, Eko menunjukan tujuannya ada dua jangka menengah dan jangka panjang. Pemilihan instrumen investasi berdasarkan tujuan itu juga tergantung dari usia ketika ini.


Untuk jangka panjang dapat dipilih instrumen investasi yang berisiko lebih tinggi tapi dengan tingkat pengembalian yang lebih besar, misalnya saham. Apalagi kini Rp 100 ribu juga sudah dapat beli saham.

Jika belum paham perihal pasar modal, dapat membeli reksadana saham. Reksadana akan lebih mudah, sebab uang investasinya dikelola oleh manajer investasi melalui produk reksadana.

Untuk jangka menengah, Eko menyarankan untuk berinvestasi di deposito, obligasi ataupun emas. Apalagi kini pemerintah banyak mengeluarkan Obligasi Ritel Indonesia (ORI). Kelebihannya minimum pembelian terjangkau dan tingkat risiko yang lebih rendah sebab jaminannya biasanya proyek-proyek pemerintah dan aset negara.

"Investasi perlu, ingat misal kita bekerja dari usia 30 tahun gres investasi dan pensiun umur 55 tahun, biaya yang diperlukan untuk masa pensiun waktunya sama. Misalnya kita hidup dari pensiun 55 tahun hingga 75 tahun," ujarnya.

Namun sebelum berinvestasi, beliau menyarankan biar mempersiapkan tabungan untuk biaya tak terduga atau darurat. Nah menurutnya besaran tabungan biaya tak terduga sekitar 3-6 bulan gaji.

Tabungan darurat itu sangat penting jikalau keluarga mengalami musibah, menyerupai sakit hingga kecelakaan. Sehingga ketika mengalami hal itu, tak perlu pusing mencari pinjaman.

"Sebenarnya ketika honor naik harus dialokasikan jangka panjang. Kalau dapat jangan berubah gaya hidup. Kenaikan honor harus dialokasikan ke depan untuk investasi. Sehingga tidak harus korupsi nantinya," tutup dia.


Sumber detik.com
Advertisement advertise here


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search