Utang Luar Negeri Ri Naik Rp 77 Triliun

- 13.31
advertise here
advertise here
Foto: Grandyos ZafnaFoto: Grandyos Zafna

Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada simpulan Januari 2019 mencapai US$ 383,3 miliar atau setara dengan Rp 5.366 triliun (kurs Rp 14.000).

Utang ini terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar US$ 190,2 miliar setara dengan Rp 2.662 triliun, serta utang swasta termasuk BUMN sebesar US$ 193,1 miliar setara dengan Rp 2.703 triliun.

"Posisi ULN tersebut meningkat US$ 5,5 miliar atau setara dengan Rp 77 triliun dibandingkan dengan posisi pada simpulan periode sebelumnya alasannya yakni neto transaksi penarikan ULN dan imbas penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sehingga utang dalam rupiah yang dimiliki oleh investor gila tercatat lebih tinggi dalam denominasi dolar AS," ujar keterangan resmi BI dikutip, Jumat (15/3/2019).

Secara tahunan, ULN Indonesia Januari 2019 tumbuh 7,2% (yoy), relatif stabil dibandingkan dengan pertumbuhan periode sebelumnya. Pertumbuhan ULN yang relatif stabil tersebut sejalan dengan peningkatan pertumbuhan ULN pemerintah di tengah perlambatan pertumbuhan ULN swasta.


ULN pemerintah sedikit meningkat pada Januari 2019. Posisi ULN pemerintah pada Januari 2019 sebesar US$ 187,2 miliar atau tumbuh 3,7% (yoy), meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 3,1% (yoy).

Pertumbuhan ULN tersebut terutama dipengaruhi oleh arus masuk dana investor gila di pasar SBN domestik selama Januari 2019, yang memperlihatkan peningkatan kepercayaan investor gila terhadap kondisi perekonomian Indonesia.


Kenaikan posisi ULN pemerintah memperlihatkan kesempatan lebih besar bagi Pemerintah dalam pembiayaan belanja negara dan investasi pemerintah. "Sektor-sektor prioritas yang didanai melalui ULN pemerintah antara lain sektor jasa kesehatan dan aktivitas sosial, sektor konstruksi, sektor jasa pendidikan, sektor manajemen pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib, serta sektor jasa keuangan dan asuransi," tulis BI.

Sumber detik.com
Advertisement advertise here


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search